Putriku Sayang

Pembicaraan Bunda dan Putri Kecilnya

By: Artikel, Renungan, & Kisah Motivasi @ Fb

Sudah pulang kau rupanya Sayang, jangan lupa makan, Bunda sudah sediakan

di atas meja… makanlah agar kembali tenagamu, dan beristirahatlah untuk

menenangkan dirimu.

https://proudtobeamuslimah.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Sayang…,

andai saja kau dengarkan Bunda, untuk menerima pilihan Bunda sebagai

pendamping

hidupmu…, tentu kau tidak akan sekeras ini pada dirimu, tentu

akan ada seseorang yang memanjakan dan melindungimu… tapi kau selalu

katakan, sekarang bukan lagi jamannya siti nurbaya… saat perjodohan

masih diberlakukan… kau begitu penasaran ingin mencari cintamu sendiri.

bunda tunggu kau kenalkan cinta pilihan hatimu… namun tak jua kau

membawanya… Jangan kau terlalu memilih, karena tidak akan ada orang yang

sempurna…

Sayang…,

cobalah kau bersuami, maka akan kau rasakan cinta yang sebenarnya, saat

harus kau tahan egomu untuk membahagiakannya, saat kau rela bersusah payah

untuk melihatnya bahagia… bahkan kau ingin berkorban untuknya agar dia

selalu berbahagia… dan kau akan menemukan cinta sejatimu, saat kau

menjadi Ibu…. Sayang. Menjadi Ibu itu indah, saat kau dapat memberikan

apa pun, untuk anakmu… semuanya…, tanpa berharap untuk menerima

pengembalian darinya…

hanya ingin memberi… memberi… dan memberi.. untuk melihatnya

bahagia…, agar dapat melihat senyum selalu menghiasi bibirnya…,

seperti saat ini, Bunda melakukan semuanya untuk melihatmu bahagia.

Bunda sudah tua, Sayang…

ingin rasanya, saat Tuhan memanggil Bunda…, Bunda tau sudah ada

seseorang yang melindungimu, sehingga tidak akan ada beban diajukan bagi

Bunda nanti saat menghadap-Nya…, ketika pertanyaan tentang tanggung

jawab Bunda terhadap amanah yang dititipkan-Nya kepada Bunda, engkau….

salah satunya Sayang…..

Sesak nafas Bunda saat kau bertanya, “Bunda…, apakah Bunda merasa

terbebani dengan masih tinggalnya aku di sini? mengapa Bunda inginkan aku

keluar dari rumahmu?, sedangkan aku masih menginginkan belai kasihmu…,

adakah itu suatu kesalahan? bukankah BUnda pun telah merasakn cinta?

ijinkan aku merasakannya pula… dengan cinta yang Dia berikan…”

Sayang…,

Sungguh Bunda kan bahagia bisa selalu bersamamu, senantiasa

menyayangimu…, tak ada beban bagiku… sebagaimana aku tak pernah

menyalahkanmu atas rasa sakit yang sangat yang kau timbulkan saat kau

lahir ke dunia… itu bahkan membuat Bunda menjadi wanita yang sangat

berbahagia…

Sayang…,

umurmu telah cukup untuk memulai babak baru kehidupanmu, mengenal pribadi

lain selain dirimu, cobalah…, dengan mencoba mengenalnya kau bahkan

dapat lebih mengenali dirimu sendiri…

Sayang…,

laki-laki yang menjadi suamimu nanti, adalah pelindung bagimu sebagai

istrinya, karena Allah telah melebihkan sebagian laki-laki atas sebagian

perempuan, dan karena suamimu kelak akan memberikan nafkah dan hartanya.

Maka Sayang…, jadilah engkau perempuan dan istri yang shaleh, yang taat

kepada Allah dan menjaga diri ketika suamimu tdk ada, karena Allah telah

menjaga (mereka).

Bunda…,

apakah kewajiban suami terhadap istrinya hanya terbatas kepada memberikan

nafkah dan hartanya, sehingga jika ia berlebih hartanya dan telah lebih

dari cukup untuk menafkahi satu keluarga, suami dapat mencari istri yang

lain?

Sayang….,

suamimu nanti bukanlah sebagai lumbung harta, dimana kau dapat meminta

harta yang diusahakannya kapan saja kau mau, dia juga seorang khalifah di

bumi ini, yang harus membimbingmu dan anak-anakmu nanti. Seorang suami

diwajibkan untuk menggauli istrinya dengan baik dan berusaha untuk dapat

melindungi keluarganya, karena semua itu akan dimintai pertanggung

jawabannya dunia dan akhirat kelak oleh Dia Yang menguasai hari

pembalasan. Jika hanya harta & nafkah yang harus diberikan seorang suami

terhadap istrinya, Rosulullah tidak akan menikahkan sahabatnya yang sangat

miskin hartanya…., hanya dengan memberikan mas kawin berupa mengajarkan

beberapa ayat al-Qur’an yang dihafalnya kepada istrinya…, berarti

terdapat kebaikan & hikmah yang sangat besar di balk pernikahan itu,

Sayang…

bahkan Rosulullah melarang sahabatnya yang enggan menikah karena alasan

ingin ‘menyerahkan dirinya’ semata untuk ‘beribadah’ kepada Allah,

Bukankah Rosulullah itu suri teladan yang terbaik….?

Sayang…, ingatlah….

Barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan,

sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka

tidak dizalimi sedikit pun. Dan milik Allah lah apa yang ada di langit &

di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.

Sungguh Sayang…,

tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya di

jamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat

penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).

Sungguh Allah telah memperhitungkan semuanya…. dengan sangat teliti.

mengapa engkau merasakan bersalah Sayang….?

mengapa engkau merasa dipersalahkan….??

Sayang…, jangan khawatir….

bukan hanya kau saja yang suka mempertanyakannya, bunda juga demikian…

bukankah para malaikat yang sudah dipastikan kepatuhan dan kesuciannya pun

pernah mempertanyakan tentang rencana-Nya saat menciptakan N. Adam AS…

dan Allah tidak murka…,

karena akal, ilmu dan hati adalah alat yang membantu kita menemukan

kebenaran…. InsyaAllah……

kemari Sayang….,

rebahkan kepalamu… biarkan Bunda belai rambutmu…

ingin Bunda berbagi satu demi satu padamu…, saat kau mulai melangkah

maju…, saat seseorang mempersuntingmu…, ingin Bunda mendampingimu

dalam setiap perubahan babak demi babak dalam hidupmu….

selama ini, Bunda menduga tidak ada baiknya mempelajari apa yang belum

engkau ketahui, selama engkau belum memanfaatkan apa yang telah engkau

ketahui. Ini seperti pengumpul kayu yang tidak mampu memikulnya, tetapi ia

menambah lagi kayu yang lain untuk dipikulnya…

tapi zaman berubah… dia berjalan begitu cepat… rupanya saat ini tiba

waktunya Bunda berbagi denganmu… semoga kau kan mengerti… jika tidak

sekarang… semoga suatu hari nanti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s