About Qurban Nech..Eh Btw, Met Iedul Adha Ya!

“Dinul Islam Jamilah & Keluarga mengucapkan Taqobbalallahu Minna wa Minkum, mudah2an Allah menerima segala amal ibadah kita semua, Met Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1430 H” ^_^

 

Sumber: Majalah Da’wah Islamiyah Risalah Edisi Nopember 09

Qurban

Qurban dalam arti luas dan umum adalah mendekatkan diri kepada Allah, mengharap ridla-Nya dengan mengorbankan segala sesuatu yang kita miliki; waktu, harta, bahkan nyawa sekalipun. Seluruh ibadah adalah qurban. Saat shalat kita mengurbankan waktu dan perhatian, khusus ditujukan hanya kepada Allah. Ketika shaum kita mengurbankan jiwa raga, menahan lapar dan dahaga, hanya mengharapkan ridla Allah. Demikian juga saat ibadah zakat, kita mengurbankan harta untuk Allah yang diberikan kepada yang berhak. Manakala ibadah haji, yang kita qurbankan adalah; harta yang banyak, tenaga yang prima, kesempatan yang luas, keluarga yang dicintai, usaha yang menghasilkan bahkan jiwa dan raga. Allah berfirman dalam Q.S al-An’am: 162), yang artinya “Katakanlah, sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb alam semesta”.

Pada Q.S al-Kautsar, Allah Swt menyebutkan secara khusus shalat dan qurban, artinya “Seseungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka shalatlah karena Rabbmu; dan berqurbanlah”.

Dalam sebuah keterangan yang diriwayatkan Ibnu Adiy dari sahabat Anas disebutkan, “Sesungguhnya shalat itu qurban seorang mu’min” (Jami’ al ahadits)

Qurban diartikan pula memalingkan rasa cinta kepada makhluk menjadi cinta kepada Allah; mengutamakan kehidupan akherat daripada dunia, bahkan dunia dijadikan sarana untuk mencapai kebahagiaan di akherat. Saat seseorang sedang menikmati permainan atau pertunjukkan tiba-tiba terdengar adzan, ia tinggalkan kesenangannya itu dan pergi mendekatkan diri kepada Allah melalui shalat. Seorang mu’min berusaha mengusir kantuk di akhir malam, lalu mengambil air wudlu kemudian shalat witir. Orang shaleh tidak jadi membeli makanan kesukaaannya, karena harus menolong seorang fakir yang kelaparan. Seorang shaim rela menahan lapar dan dahaga karena ingin mendapat pahala dari Allah. Seorang petani berbesar ati mmengeluarkan 10% dari hasil panennya, karena takut ancaman dari Allah. Seorang yang berpenghasilan rendah rela menyisihkan uang makan sedikit demi sedikit, setelah terkumpul ia infaqkan untuk Sabilillah. Atau seorang sudah merasa mapan hidupnya, ia mengumpulkan sebagian penghasilan untuk menunaikan ibadah haji. Amal-amal itu adalah bentuk qurban dalam rangka melaksanakan perintah Allah.

 

Qurban Keluarga Nabi Ibrahim a.s (dalam arti luas)

Nabi Ibrahim adalah salah saru tokoh qurban yang terkenal. Pengurbanan beliau tidak hanya dalam arti sempit, dengan mengurbankan anaknya, nabi Ismail a.s. Beliau mengurbankan seluruh jiwa dan raganya dan segala miliknya. Sebagai bukti pelaksanaan dari perintah Allah, sebagaimana tercantum pada Q.S al-An’am ayat 126. Di antara pengurbanan keluarga Nabi Ibrahim a.s adalah:

  1. Nabi Ibrahim mengurbankan kasih sayang orang tuanya. Beliau memilih dekat dengan Allah daripada ayahnya, yang terkenal sebagai pembuat berhala. Pengurbanan seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, beliau tidak mau mereka celaka. Tetapi pada akhirnya beliau  memilih diusir dari rumahnya daripada mengorbankan keimanannya.
  2. Nabi Ibrahim mengurbankan  jiwa raganya demi membela aqidah. Dikisahkan dalam al-Qur’an, bahwa beliau pergi menuju tempat peribadahan kaumnya yang sesat, untuk menghancurkan berhala-berhala mereka. Beliau tahu bahwa  rajanya sangat kejam dan zhalim, ia pasti akan menghukum dirinya dengan hukuman yang sangat pedih bahkan beliau yakin mereka akan membunuhnya. Sekalipun jiwanya terancam bahkan menurut perhitungannya tidak akan  selamat, beliau rela mengurbankan dirinya, lebih memilih taqarrub kepada Allah daripada sesat. Pada akhirnya beliau dibakar. Allah menerima qurbannya, Dia maha kuasa memerintah kepad api agar menjadi dingin dan menyelamatkan khusus untuk Ibrahim (“Yaa naaru kuwniy bardan wa salaaman ‘alaa Ibraahim”).
  3. Nabi Ibrahim diperintah untuk berdakwah ke berbagai Negara (daerah yang jauh). Dari Babilon ke Syam sampai ke Mesir. Di mesir, Beliau dan istrinya, Sarah menasuki daerah yang dihuni oleh orang-orang yg zhalim. Mereka sering menindas orang lemah, mengambil hak orang lain secara paksa. Sebagaimana dikisahkan dalam Hadits Muslim, bahwa Sarah adalah seorang perempuan yg cantik. Kecantikannya menarik perhatian siapa saja, terutama kaum lelaki yang zhalim. Kata Nabi Ibrahim kepadanya, “Penguasa ini sangat zhalim. Andai ia tahu bahwa kau istriku, tentu ia akan merebutmu dariku, sebab itu akan kukatakan kau saudariku se-Islam. Aku tidak melihat ada orang Islam selain kita.” Setelah memasuki daerah tersebut, kecantikan Sarah disampaikan kepada yang berkuasa, lalu disampaikan kepadanya, “Sungguh telah datang ke negeri ini seorang perempuan yang tidak layak memilikinya selain tuan.” Kemudian penguasa itu mengutus orang untuk membawa Sarah. Nabi Ibrahim a.s berdiri shalat memohon perlindungan kepada Allah. Saat penguasa itu memasuki kamar Sarah, tangannya melipat, tidak kuasa meraih Sarah, sampai berkata “Berdo’alah kepada Allah. Aku tidak akan menyakitimu” Sarah memohon kepada Allah, dan terlepaslah kedua tangan orang itu. Tetapi ia mengulangi perbuatan itu, ia ingin meraih Sarah lagi. Dan terulanglah kejadian tadi, bahkan dirasakan lebih menyakitkan dari yang pertama. Demikianlah terulang kejadian tadi sampai tiga kali. Penguasa itu memanggil pelayannya seraya berkata, “Engkau membawakanku syetan bukan manusia, keluarkan perempuan ini dan berilah Hajar.”
  4. Ketiak Nabi Ibrahim a.s menginginkan seorang anak sebagai pelanjut, beliau berdo’a kepada Allah, “Rabbi habliy minas shaalihin” (Ya Allah berilah aku turunan yang shaleh). Doa beliau sering diucapkan, sampai suatu saat istrinya yang dianggap mandul menyuruh agar suaminya menikah dengan Hajar. Inilah pengurbanan yang besar dari seorang istri. Ia mengerti bagaimana pentingnya generasi penerus, demi tegaknya agama tauhid. Pada akhirnya  nabi Ibrahim mempunyai anak dari Hajar yang bernama Ismail.
  5. Sarah berqurban untuk kesekian kalinya, kali ini ia memohon kepada suaminya untuk keluar dari rumahnya, karena  tidak mau mengganggu kebahagiaan suaminya bersama Hajar dan Ismail, tetapi Nabi Ibrahim tidak mengizinkannya. Beliau menunggu petunjuk dari Allah menyuruhnya untuk menyimpan Hajar dan Ismail di sebuah tanah yang tandus di Bakkah.
  6. Nabi Ibrahim a.s melaksanakan perintah Allah, beliau yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bertaqwa. Sabdanya, “Rabbanaa, sesungguhnya aku telah menempatkan keluargaku di sebuah lembah yang tidak ada sumber makanan di sisi rumah-Mu yang suci. Rabbanaa, jadikanlah mereka orang-orang yang datang ke tempat itu mencintai mereka, dan berilah mereka rizqi dari buah-buahan supaya mereka bersyukur.”
  7. Hajar rela berqurban, berpisah dengan suaminya, jauh dari keramaian, mau ditempatakan di lembah sunyi, gelap, dan tandus. Bukan karena perintah suami, tetapi ia meyakini bahwa Allah tidak akan membiarkan dirinya dalam kebinasaan, selama ia taqarrub dan taat kepadaNya.
  8. Nabi Ibrahim a.s mengurbankan Ismail, inilah qurban yang dirasakan paling berat. Karena anak yang sangat diharapkan kehadirannya, ternyata setelah dewasa harus diqurbankan dengan cara disembelih, Ketika Nabi Ibrahim a.s sudah siap menyembelih dan Ismail pun sudah berserah diri sepenuhnya kepada Allah, beliau menerima wahyu sebagai pernyataan bahwa beliau telah melakasanakan perintahNya. Kemudian melarang menyembelih Ismail dan menyuruh meneruskan qurban dengan kambing yang besar. Peristiwa ini menjadi dasar disyari’atkan qurban yang dilakukan pada hari raya Idul Adl-ha dan Hadyu pada hari Nahar saat ibadah Haji.

Mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikmahnya serta meneladani pengurbanan Nabi Ibrahim a.s beserta keluarganya dalam menggapai Ridla Allah Swt…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s